Senin, 02 Januari 2012

Ayah, Kini Ku Tahu Engkau Begitu Menyayangiku

Biasanya,,,
Seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang ikut suaminya merantau di luar kota, yang sedang bersekolah jauh dari kedua orang tuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari. 
Tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah lah yang mengingatkan ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita.

Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang, “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya.” , ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu, bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan  tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.”.

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan, “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi belajar dikota lain…

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah, “Tidak! Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan, “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Sampai saat seseorang datang ke rumah dan  meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Ayah melihatmu duduk bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Rabb, Ayah berkata, “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Ayah telah menyelesaikan tugasnya….

Ayah, Abi, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Sumber: http://kaahil.wordpress.com/2009/12/03/kupersembahkan-bait-bait-ini-untukmu-abi-tercinta/

Kamis, 22 Desember 2011

Sudahkah Kalian Bahagia Duhai Ayah Ibu?

(Tulisan ke-1 dari Serial ‘Surga Hadiahku Untukmu’)
Terlintas di benak ini sesuatu yang sempat terpikirkan di masa lalu. Awalnya tak tampak, hanya diucap saja. Namun  kini, bak hutang yang tiba jatuh temponya. Muncullah sesuatu yang menuntut haknya.
Perjalanan ini sangat jauh. Perjalanan ini melelahkan. Perjalanan ini sangat mahal. Bahkan ada yang rela menukarnya dengan hutang, sawah, emas, bahkan rumah. Tak berhenti disitu, Saudaraku. Bekal ini. Bekal selama empat tahun ini. Mereka sudah menyiapkannya dengan sangat rapi. Mereka menyiapkan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, namun sedikit pun kau tak tahu-menahu tentang itu. Ini adalah pengorbanan yang cukup mahal, Saudaraku.
Hari itu kau meninggalkan mereka dengan hati yang mantap, tertancap niat yang indah untuk ‘membahagiakan’ mereka. Ya, niat itu tulus, niat itu murni dari hatimu.
Di seberang sana mereka melambaikan tangan dan menghadiahkan senyuman terindah untuk kepergianmu. Namun tahukah kalian? hati mereka tidak lah seperti senyuman itu. Mereka tak ingin  melepasmu. Tak ingin kalian jauh. Ingatkah dulu saat keduanya berbisik, “Belajar saja di sini, Nak. Temani Ayah Ibu di rumah saja...”. Namun orang tua mana yang rela menolak jika anak telah berkeinginan seperti itu?
***
Hari berlalu. Dan kau masih mengingat ikrarmu dulu. Ya, janjimu untuk membahagiakan mereka.
***
Hari ini kau nyaman dengan aktifitas barumu, kuliah, praktikum, laporan, dan yang tak kalah penting, Rapat. Kau pulang kampus dengan pakaian lusuh, mandi, makan, minum, istirahat, TITIK. Lalu apa kabar Ayah? Apa kabar Ibu? Apa kalian sudah bahagia?

Langsing dengan Cabai

Judul Asli : Langsing Praktis dengan Cabai
Penulis : Prita Daneswari
Diambil dari Majalah 'Warta P3RI'

Banyak yang mengatakan bahwa cabai buruk untuk kesehatan atau menjadi penyebab beberapa penyakit, sepertinya pernyataan itu perlu diralat karena buah ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya dapat menurunkan berat badan.

Selain diketahui dapat mengobati rheumatoid arthritis, sakit punggung, dan psoriasis, zat yang memberikan sensasi pedas pada cabai, kapsaicin, ternyata juga dapat menurunkan berat badan. Hasil itu ditemukan melalui uji coba terhadap satwa.

Penelitian itu memperlihatkan bahwa kapsaicin bermanfaat untuk mengurangi berat badan. Untuk mengadakan uji coba ini, peneliti memberi makan sekelompok tikus dengan makanan yang mengandung kapcaisin dan kelompok lainnya yang tidak mengandung zat itu. Hasilnya, tikus yang mengonsumsi kapcaisin mengalami penurunan berat badan hingga 8 persen. Ditemukan pula, kapcaisin dapat memicu peningkatan protein sehingga menghancurkan lemak.

Selain menurunkan berat badan, kapcaisin memiliki beberapa khasiat lain seperti dalam percobaan terhadap tikus, kapsaicin mampu membunuh sel kanker. Kapsaicin juga digunakan untuk membunuh sel-sel syaraf pada pankreas tikus percobaan yang menderita diabetes tipe 1, hal ini memungkinkan sel-sel yang memproduksi insulin untuk mulai membuat insulin lagi.

Kemudian, makanan yang mengandung cabai mampu memperlambat proses terjadinya risiko penyakit kardiovaskular dan mengendalikan pencemaran mikroba pada makanan. Beberapa penelitian juga mengungkapkan kapsaicin memiliki manfaat perlindungan antiulcer pada lambung yang terinfeksi bakteri H pylori. Dalam beberapa penelitian lampau, kapsaicin diketahui juga dapat menurunkan kalori dan mengurangi tingkat lemak pada darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Scoville

Adapun rasa pedas dalam kapcaisin muncul karena zat itu menciptakan isyarat yang sama bagi otak seperti saat kulit terkena panas. Berbeda dengan panas, rasa panas dari lidah ini hanya rasa, bukan terbakar sesungguhnya. Rasa pedas kapkaisin diukur dengan skala yang disebut scoville. Kapsaisin murni mengandung 15 juta scoville. Menurut Guinness Book of Records, cabai paling pedas di dunia adalah jenis red savina habanero dengan ukuran 577 ribu unit scoville. Tetapi ada klaim sejenis cabai di India, naga jolokia yang mencapai 855 ribu scoville.

Jadi jika terasa pedas, tidak akan sembuh dengan meminum air karena kapsaisin tidak larut. Bahkan dengan air, kapsaisin bisa merata di dalam rongga mulut. Cara terbaik menghilangkan rasa pedas adalah dengan lemak atau minyak. Kedua zat itu melarutkan kapsaisin sehingga mudah lenyap dari dalam mulut. Kapsaisin juga memiliki efek antikoagulan. (Pri/OL-06)


Rabu, 21 Desember 2011

Kultivar-kultivar Kacang Tanah Indonesia

Berikut ini adalah beberapa kultivar (cultivated variety) kacang tanah (Arachis hypogaea) yang kami dapatkan dari web Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia (Indonesian Agency for Agricultural Research and Development). Keterangan-keterangan varietas mengenai produktifitas, umur bunga, umur panen, dan lain-lain telah kami susun sedemikian rupa tanpa mengubahnya sedikit pun dari web sumber (Website Deptan).

Keterangan-keterangan ini kami buat dalam bentuk pdf sehingga harus diunduh terlebih dahulu. Klik DISINI untuk mengunduhnya.

Kamis, 06 Oktober 2011

Untukmu Duhai Bunga yang Tak Pernah Layu

“Sungguh merugi orang yang mendapati ibu bapaknya (masih hidup) di usia tua, namun dia tidak mampu meraih surga (dengan berbakti kepada keduanya).”

Ibnu Umar radhiyallahu anhu pernah berkata kepada seorang laki-laki, "Apakah kamu takut masuk neraka dan ingin masuk surga?" Laki-laki itu menjawab, "Tentu." Ibnu Umar -Rodliallahu Anhu- berkata, "Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, sekiranya kamu lemah lembut dalam berbicara kepadanya dan memberinya makan, niscaya kamu benar-benar akan masuk surga, selama kamu menjauhi dosa-dosa besar." [Jamiul Ulum wal Hikam 1/70]

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik tabi'in adalah seorang laki-laki yang bernama Uwais, dia memiliki seorang ibu yang dia berbakti kepadanya. Sekiranya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dia memiliki tanda putih di badannya. (Jika kalian bertemu dengannya) mintalah kepadanya agar memohonkan ampunan kepada Allah untuk kalian." [Muslim no 2542]

Masih banyak lagi atsar-atsar yang menggambarkan kesungguhan para sahabat dan penerusnya dalam berbakti kepada kedua orang tua. Namun kami rasa contoh-contoh di atas telah menggambarkan betapa utamanya berbakti kepada kedua orang tua, dan video di bawah hanya sebagian kecil dari banyak penyemangat yang insyaAllah bisa menambah semangat kita dalam berbakti kepada keduanya. Semoga Allah subhanahu wa taala memberi taufiq.


video
Video di atas dibuat oleh Radio Rodja.

 
Design by Yoga Setiawan Santoso | Free Blogger Template