YOUR TITLE HERE

Delima adalah nama buah yang terkenal di bumi maupun di surga.

Members of the Month

Linda Sommers


Henry Stunt

Mutiara Al Qur'an

“Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq."(Al Hadid: 16)

Nasihat Salaf

"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabda Nabi

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.”(HR. at-Tirmidzi)

Social Icons

Followers

About This Blog

Administrator of this blog: Yoga Setiawan. Seorang mahasiswa pertanian. Hobi mencorat-coret, apapun itu, walaupun sekedar coretan tanpa makna.

Blog ini adalah blog pertama yang ber·i·si (v. ada isinya; tidak kosong) yang dibuat pada tahun 2009 dan dirombak ulang untuk kesekian kalinya pada bulan November 2013. Ketertarikannya pada dunia islam dan pertanian membuat topik coretan-coretannya tidak jauh dari dua hal itu.

Yoga Setiawan
Administrator

(tentang admin dan blog ini .......)


Recent Posts

Featured Posts

Jumat, 23 September 2011

Nasihat Tentang Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Imam Adz Dzahabi - Al Kabair

Wahai orang yang yang menyia-nyiakan hak yang paling besar, yang menjauhkan diri dari kedua orang tua, yang durhaka, yang melupakan satu kewajiban, yang lalai dari sesuatu yang ada di hadapan, sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua itu adalah hutang bagimu. 
Sayang sekali kamu membayarnya dengan cara yang tidak baik, penuh noda aib. 
Kamu sendiri sibuk mencari surga, padahal ia ada di bawah telapak kaki ibumu. 
Ibumu telah mengandung selama sembilan bulan yang bagaikan sembilan kali berhaji. 
Ia yang dikala melahirkanmu menderita mempertaruhkan nyawa. 
Ia telah menyusuimu, menahan kantuk untukmu, memandikanmu dengan tangannya yang lembut, dan selalu mendahulukanmu untuk urusan makanan. 
Ia yang pangkuannya telah menjadi tempat yang nyaman bagimu. 
Ia yang telah mancurahkan sepenuh kasih sayangnya kepadamu. 
Jika kamu tampak sakit atau tampak berduka, bersedih dan menangis tiada batasnya. 
Ia pasti mengeluarkan semua yang dimilikinya demi mencari dokter buatmu. 
Ia yang seandainya diminta untuk untuk memilih kehidupanmu atau kematiannya, pastilah ia teriakkan kehidupanmu dengan suara paling lantang. 
Betapa sering kamu mempergaulinya dengan akhlak yang tercela, namun ia tetap memohonkan taufiq bagimu dalam setiap doanya.
***

Ketika kerentaan menghampirinya, dan ia membutuhkanmu, kamu menganggapnya sebagai sesuatu yang paling tidak berharga. 
Ketika kamu kenyang dengan makanan dan minuman, ia lapar dan dahaga. 
Kamu selalu mengedepankan keluarga dan anak-anakmu daripada berbuat baik kepadanya. 
Kamu telah melupakan semua upayanya. 
Urusannya kamu anggap sangat berat, padahal sebaliknya ia sangatlah ringan. 
Umurnya kamu anggap teramat panjang, padahal sebenarnya pendek. 
Kamu mengisolir dan dan mengasingkannya, padahal dia tidak mendapati penolong selain dirimu. 
Demikian ini, pun Penolongmu telah melarangmu dari mengucapakan kata yang menyakitkannya dan menegurmu dengan teguran yang halus; di dunia kamu akan mendapati sikap durhaka dari anak-anakmu, dan di akhirat akan mendapati keadaan jauh dari Rabb semesta alam.

Sumber:
http://yogas09.student.ipb.ac.id/nasihat-tentang-berbakti-kepada-kedua-orang-tua/

0 komentar:

Poskan Komentar